RSPTN Unila Siap Layani Pasien BPJS Mulai 2026

RSPTN Unila Siap Beroperasi pada 2026 dengan Layanan Terintegrasi dan Fasilitas Modern
RSPTN Unila, yang akan beroperasi pada Desember 2026 mendatang, telah menyiapkan sejumlah layanan unggulan untuk melayani masyarakat. Rumah sakit ini dirancang sebagai pusat pendidikan medis yang akan menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan di Provinsi Lampung.
Pada tahap awal operasionalnya, RSPTN Unila akan menyediakan kapasitas sebanyak 100 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya akan digunakan untuk rawat intensif. Kapasitas ini akan terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan sumber daya manusia serta infrastruktur.
Selain itu, rumah sakit ini juga akan terintegrasi sepenuhnya dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2028 setelah melalui proses akreditasi. Proses akreditasi ini akan dimulai dengan layanan umum terlebih dahulu, sehingga memastikan bahwa rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi standar nasional.
Layanan yang Tersedia di RSPTN Unila
RSPTN Unila akan menyediakan berbagai layanan kesehatan yang lengkap dan terpadu. Beberapa layanan utama yang akan tersedia antara lain:
- Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam: Melayani pasien darurat sepanjang waktu.
- Rawat jalan umum dan spesialis: Menyediakan layanan pengobatan untuk berbagai kondisi medis.
- Rawat inap: Memberikan perawatan bagi pasien yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
- Layanan penunjang medik: Termasuk farmasi, laboratorium, dan radiologi.
- Layanan nonmedik: Seperti pelayanan administrasi dan kebersihan.
Selain itu, RSPTN Unila juga akan dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi. Sistem ini akan memudahkan pengelolaan data pasien dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Selain itu, rumah sakit ini juga direncanakan memiliki fasilitas telemedicine yang akan memungkinkan layanan kesehatan jarak jauh melalui teknologi informasi dan komunikasi seperti video call maupun aplikasi.
Pusat Penelitian dan Inovasi Kesehatan
RSPTN Unila tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga akan menjadi pusat riset dan inovasi. Adanya Integrated Research Center (IRC) diharapkan bisa menjadi pusat penelitian yang mendukung kebijakan kesehatan daerah. RSPTN Unila juga akan berperan dalam integrasi dan penguatan sistem kesehatan daerah melalui kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, rumah sakit kabupaten/kota, fasilitas kesehatan primer, serta institusi nonpemerintah.
Peningkatan Kapasitas dan Kesiapan SDM
Untuk mencapai target operasional, RSPTN Unila sedang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana. Proses rekrutmen sudah dimulai melalui rapat koordinasi lintas sektor. Hasil dari rapat tersebut telah menghasilkan panduan dan timeline rekrutmen SDM Top manajemen operasional RSPTN Unila. Detail teknis proses rekrutmen sedang dalam tahap review oleh pihak kepegawaian Universitas Lampung.
RSPTN Unila juga akan berfokus pada layanan rumah sakit umum yang terakreditasi nasional pada awal pembukaan. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan syarat RS Pendidikan yang memerlukan angka kecukupan kasus dan kriteria SDM tertentu. Secara bertahap, RSPTN Unila akan memenuhi kebutuhan tersebut melalui perekrutan SDM, proses pelaksanaan akreditasi RS umum, kerja sama BPJS, dan akreditasi RS Pendidikan.
Integrasi dengan BPJS Kesehatan
Integrasi dengan BPJS Kesehatan akan dilakukan secara bertahap. Setelah beroperasi, rumah sakit akan segera berfokus untuk bekerja sama dengan layanan BPJS Kesehatan. Tahapan awal meliputi pemenuhan akreditasi RS untuk layanan umum terlebih dahulu. Estimasi akreditasi RS akan dilakukan pada Juni 2027 dan akan mendapatkan sertifikat akreditasi pada Maret 2028. Setelah itu, kerja sama dengan BPJS Kesehatan akan dilakukan pada Maret 2028 dan simulasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit akan dilakukan pada November 2028.
Posting Komentar