Profil dan biodata Amethisya Puspitorini, desainer kostum film Agak Laen

Daftar Isi
Featured Image

Biodata Amethisya Puspitorini

Nama lengkap: Amethisya Puspitorini
Tempat lahir: Jakarta
Tanggal lahir: 8 September 1992
Kewarganegaraan: Indonesia
Profesi: Costume Designer
Tahun aktif: 2015 sampai sekarang
Universitas: IKJ
Fakultas: Film dan Televisi
Jurusan: Tata Artistik
Instagram: @ametysh

Amethisya Puspitorini, yang akrab dipanggil Tisha, adalah seorang desainer kostum yang telah menunjukkan bakatnya dalam industri perfilman sejak tahun 2015. Lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan jurusan Tata Artistik, Tisha memulai kariernya di dunia hiburan melalui berbagai proyek kreatif. Seiring waktu, ia semakin dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik layar film-film populer di Indonesia.

Perjalanan Karier dan Filmografi Tisha

Perjalanan karier Tisha dimulai sebagai wardrobe assistant di film Untuk Angeline (2016). Meski awalnya berasal dari latar belakang seni, ia akhirnya fokus pada dunia perfilman. Dalam wawancara eksklusif, Tisha mengungkapkan bahwa sebelum terjun ke dunia film, ia pernah terlibat dalam photoshoot dan video clip. Ia menyebut pengalaman tersebut cukup melelahkan, tetapi saat bergabung dengan tim wardrobe, ia merasa lebih nyaman.

Tisha mulai menjadi chief wardrobe lewat film Star Syndrome (2023), yang ditawarkan langsung oleh Soleh Solihun. Sejak itu, ia terlibat dalam berbagai proyek film, termasuk Agak Laen (2024) dan Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025). Berikut daftar filmografi Tisha:

  • Untuk Angeline (2016) sebagai wardrobe assistant
  • Nini Thowok (2018) sebagai wardrobe assistant
  • Dimsum Martabak (2018) sebagai wardrobe assistant
  • Belok Kanan Barcelona (2018) sebagai wardrobe assistant
  • PSP: Gaya Mahasiswa (2019) sebagai wardrobe team
  • Mantan Manten (2019) sebagai wardrobe team
  • Ghost Writer (2019) sebagai wardrobe assistant
  • Love for Sale 2 (2019) sebagai wardrobe team
  • Ratu Ilmu Hitam (2019) sebagai wardrobe assistant
  • Si Manis Jembatan Ancol (2019) sebagai wardrobe assistant
  • Story of Kale: When Someone’s in Love (2020) sebagai wardrobe team
  • Generasi 90an: Melankolia (2020) sebagai wardrobe team
  • Story of Dinda: The Second Chance of Happiness (2021) sebagai wardrobe team
  • Ben & Jody (2022) sebagai wardrobe team
  • Baby Blues (2022) sebagai wardrobe team
  • Ivanna (2022) sebagai wardrobe assistant
  • Star Syndrome (2023) sebagai costume designer
  • Mohon Doa Restu (2023) sebagai wardrobe assistant
  • Agak Laen (2024) sebagai costume designer
  • Do You See What I See (2024) sebagai wardrobe team
  • Kaka Boss (2024) sebagai costume designer
  • Cinta Tak Seindah Drama Korea (2024) sebagai costume designer
  • Komang (2025) sebagai wardrobe team
  • Pernikahan Arwah (2025) sebagai costume designer
  • Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) sebagai costume designer

Fakta Unik Tentang Tisha

Dalam wawancara, Tisha menjelaskan proses kerjanya sebagai costume designer. Ia mulai dengan membaca skrip, kemudian melakukan meeting dengan sutradara untuk memahami konsep film. Proses ini biasanya membutuhkan waktu antara seminggu hingga dua minggu untuk membuat look book yang sesuai dengan karakter dan alur cerita.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi tim wardrobe adalah timeline yang terlalu mepet. "Waktu persiapannya terlalu pendek, sedangkan filmnya lumayan heboh," ujarnya. Selain itu, ketiadaan stok barang yang dibutuhkan juga menjadi kendala. "Kami harus mencari baju hingga ke toko-toko di seluruh Indonesia," tambahnya.

Tisha juga menyebut bahwa bekerja sama dengan desainer atau brand sangat mungkin dilakukan, meskipun ia belum pernah terlibat dalam proyek seperti itu. "Itu tergantung bagaimana ceritanya dan kebutuhan wardrobe-nya," jelasnya. Jika ada kerja sama dengan sponsor, biasanya ada sistem deposit untuk menghindari kerusakan kostum.

Proses kerja Tisha tidak hanya tentang desain, tetapi juga tentang kolaborasi dan adaptasi. Dengan pengalaman yang luas, ia membuktikan bahwa dunia wardrobe membutuhkan kreativitas, kesabaran, dan kerja keras.

Posting Komentar