Perbedaan Heartburn dan Serangan Jantung, Hindari Penanganan Salah

Daftar Isi
Featured Image

Perbedaan Nyeri Dada: Heartburn vs Serangan Jantung

Nyeri dada sering kali menjadi tanda yang memicu kecemasan, karena bisa berarti beberapa kondisi yang berbeda. Beberapa orang mungkin mengalami heartburn atau nyeri ulu hati yang tidak terlalu berbahaya, sementara yang lain bisa mengalami gejala serangan jantung yang merupakan situasi darurat medis. Karena gejalanya serupa, penting untuk memahami perbedaan antara keduanya agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat.

Gejala Heartburn dan Serangan Jantung

Heartburn biasanya disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Sensasi yang dirasakan biasanya seperti rasa panas atau terbakar di area antara perut dan mulut. Gejala umum heartburn meliputi:

  • Rasa asam atau pahit di mulut
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa atau regurgitasi
  • Ketidaknyamanan di dada
  • Sulit menelan
  • Mual
  • Sesak napas ringan

Di sisi lain, serangan jantung adalah kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Gejala yang muncul bisa mendadak atau berkembang dalam beberapa hari sebelumnya. Tanda-tanda serangan jantung mencakup:

  • Nyeri, rasa sesak, atau tekanan di dada
  • Keringat dingin
  • Rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
  • Kelelahan ekstrem
  • Detak jantung tidak teratur
  • Pusing atau kepala ringan
  • Mual
  • Sesak napas

Karena ada kesamaan gejala, penting untuk selalu waspada jika nyeri dada berlangsung lama atau terasa tidak biasa.

Persamaan Antara Heartburn dan Serangan Jantung

Meskipun heartburn dan serangan jantung berbeda secara penyebab dan tingkat keparahan, keduanya memiliki satu persamaan, yaitu sama-sama bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di dada. Namun, sensasi yang dirasakan berbeda. Heartburn biasanya terasa seperti panas atau terbakar, sementara serangan jantung lebih sering dirasakan sebagai tekanan, sesak, atau seperti diremas.

Cara Membedakan Heartburn dan Serangan Jantung

Beberapa tanda berikut bisa membantu membedakan antara heartburn dan serangan jantung:

  • Durasi gejala: Heartburn biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam, terutama setelah makanan dicerna. Serangan jantung tidak akan hilang dengan sendirinya.
  • Lokasi rasa sakit: Heartburn hanya terjadi di kerongkongan. Serangan jantung bisa menyebar ke lengan, rahang, atau punggung.
  • Rasa di mulut: Heartburn sering menimbulkan rasa asam atau pahit. Serangan jantung tidak.
  • Jenis sensasi: Heartburn menyebabkan sensasi panas terbakar di dada dan kerongkongan. Serangan jantung menyebabkan rasa ditekan, berat, atau sesak di dada. Jika gejalamu menetap atau terasa tidak wajar, segera cari pertolongan medis.

Perbedaan Gejala pada Perempuan dan Laki-Laki

Perempuan bisa mengalami gejala serangan jantung yang berbeda dari laki-laki. Sekitar 40 persen perempuan yang terkena serangan jantung mengaku merasakan gejala mirip heartburn sebelum serangan terjadi. Selain itu, perempuan juga lebih sering mengalami mual dan muntah. Perempuan berusia di atas 50 tahun yang memiliki faktor risiko seperti obesitas atau diabetes sebaiknya segera ke IGD jika merasakan gejala mencurigakan.

Penanganan Heartburn dan Serangan Jantung

Untuk heartburn, obat antasida bisa membantu meredakan gejala. Untuk kondisi terkait jantung, obat seperti nitrogliserin bisa diberikan untuk meredakan angina. Jika muncul nyeri dada yang berat, beberapa dokter menyarankan untuk mengunyah aspirin sambil segera mencari pertolongan. Namun, ini tidak dianjurkan untuk orang dengan riwayat tukak lambung karena aspirin dapat memperburuk perdarahan. Diskusikan opsi ini dengan dokter yang merawat.

Pada serangan jantung, waktu sangat krusial. Makin cepat ditangani, makin sedikit kerusakan pada otot jantung. Heartburn dan serangan jantung sama-sama menyebabkan nyeri dada, tetapi keduanya sangat berbeda. Heartburn biasanya dipicu makanan tertentu dan menimbulkan sensasi terbakar, sedangkan serangan jantung lebih sering terasa sebagai tekanan atau sesak. Jika kamu tidak yakin dengan gejala yang kamu alami, lebih baik segera temui dokter. Serangan jantung perlu penanganan cepat untuk mencegah komplikasi serius.

Posting Komentar