Mencicipi Nusantara: Wisata Kuliner di Secret Escape Bandung

Daftar Isi
Featured Image

Pengalaman Unik dalam Menikmati Hidangan Nusantara

Restoran Merambah Rasa menawarkan pengalaman makan yang berbeda, dengan fokus pada hidangan khas Nusantara. Berada di Jalan Rancakendal No.9, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kota Bandung, tempat ini memiliki lokasi yang cukup tersembunyi namun strategis. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Terminal Dago, dan bisa dicapai dalam waktu delapan menit menggunakan kendaraan bermotor.

Lokasi ini juga cocok sebagai tempat untuk melarikan diri dari kebisingan kota. Suasana di kawasan ini terletak di dataran tinggi dengan udara yang sejuk dan nyaman. Area ini dipilih karena daya tariknya yang unik, baik dari segi suasana maupun kedekatannya dengan kawasan wisata.

Konsep yang Tidak Biasa

Merambah Rasa tidak hanya menyajikan makanan biasa, tetapi juga menghadirkan konsep berbagi. Setiap hidangan disajikan dalam bentuk yang bisa dinikmati bersama di meja, seperti tradisi makan keluarga atau komunitas. Setiap menu dirancang dengan pendekatan yang tidak biasa, dengan bahan-bahan lokal yang diolah melalui riset panjang, lalu disajikan dengan sentuhan baru tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah olahan pete. Bahan yang sering memicu pro dan kontra ini disajikan dengan cara yang berbeda. Pete diiris tipis, dimasak dengan bumbu rempah, dan diolah hingga aroma khasnya tidak lagi mendominasi. Pengunjung merasa rasanya mirip dengan kacang, dan rasa kecut dari pete hampir tidak terasa.

Harga untuk menu pete ini sekitar Rp148 ribu. Meski terlihat mahal, harga tersebut sebanding dengan proses dan kualitas bahan baku yang digunakan. Moch Sandy, Vicaris Advisory Ops Specialist Consultant Merambah Rasa, menjelaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama. Beberapa bahan baku didatangkan langsung dari daerah asal karena karakter rasa tidak bisa disamakan. Contohnya, santan atau minyak dari daerah berbeda akan menghasilkan olahan yang berbeda pula.

Menu yang Disesuaikan dengan Selera

Restoran ini menyasar segmen keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, konsep penyajiannya tidak menggunakan satu piring berisi menu lengkap, melainkan sistem pemilihan sesuai selera. Pengunjung bisa menentukan sendiri kombinasi makanan, mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayuran.

Contohnya, seseorang bisa memilih nasi dengan kerecek, lalu tambah sayur ares. Sayur ares ini berasal dari Lombok, diambil dari batang pohon pisang. Model sajian ini memungkinkan makanan disantap bersama, sehingga cocok untuk keluarga atau komunitas.

Inspirasi dari Berbagai Daerah

Satrio Bayu Hadi, FB Holding Manager Merambah Rasa, menyebut restoran ini lahir dari perjalanan panjang pihaknya menjelajahi berbagai daerah. Menu yang disajikan terinspirasi dari hasil riset kuliner di berbagai daerah di Nusantara. Misalnya, riset dilakukan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

Dari riset tersebut, Merambah Rasa mengusung konsep dekonstruksi. Setiap hidangan dipelajari dari bahan dasar, bumbu utama, hingga teknik pengolahan, lalu diterapkan ke bentuk atau protein lain. Contohnya, bumbu sate rembiga khas Lombok diolah menjadi nasi goreng, atau sate bulayak dengan protein yang diganti.

Selain itu, ada rencana menyajikan bahan pangan yang belum umum di Bandung, seperti burung emprit dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rasa diulik dan disesuaikan dengan apa yang ditemukan di lapangan.

Sistem Dapur Terpusat

Untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas, Merambah Rasa membangun sistem dapur terpusat atau central kitchen. Racikan bumbu dibuat di dapur produksi sebelum disajikan, melalui proses uji kualitas berbulan-bulan.

Muhammad Taufiq dari FoR Brand Consultant menambahkan, menjaga keaslian rasa menjadi tantangan tersendiri karena bahan baku berasal dari berbagai daerah. Namun melalui kurasi vendor dan standar produksi yang ketat, kualitas tetap dijaga.

Aulia Akbar, FoR Brand Consultant Merambah Rasa, mengatakan bahwa setelah perjalanan di Jawa dan Lombok, ke depan memungkinkan merambah ke sajian Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Merambah Rasa posisikan sebagai perjalanan, bukan produk akhir. Dengan begitu, sebuah perjalanan rasa yang terus berkembang mampu menjaga eksistensi di tengah geliat food and beverage.

Posting Komentar