Lagu-lagu Grammy yang Dulu Ditolak oleh Artis Lain

Daftar Isi
Lagu-lagu Grammy yang Dulu Ditolak oleh Artis Lain

Lagu-Lagu Legendaris yang Sempat Ditolak Tapi Akhirnya Jadi Ikonik

Di balik gemerlap acara musik dan sorakan penonton, terdapat banyak lagu yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi awalnya tidak diterima. Beberapa dari mereka bahkan ditawarkan kepada artis lain, tapi ditolak mentah-mentah sebelum akhirnya jatuh ke tangan yang tepat. Ternyata, inilah yang membuat lagu-lagu tersebut menjadi ikonik dan mengubah sejarah musik.

Kisah-kisah ini membuktikan bahwa keberanian untuk mengambil risiko bisa sangat berpengaruh dalam kesuksesan sebuah karya. Kadang, sebuah lagu hanya menunggu suara yang tepat agar bisa benar-benar hidup. Berikut adalah lima lagu yang memenangkan Grammy, meskipun awalnya sempat diremehkan atau ditolak:

1. “What’s Love Got to Do with It” – Tina Turner

Di awal tahun 1980-an, karier solo Tina Turner sedang mengalami masa sulit. Setelah lepas dari hubungan yang tidak sehat dengan Ike Turner, ia hanya tampil di acara TV demi bertahan. Lagu “What’s Love Got to Do with It” sebenarnya bukan ditulis untuk Tina. Bahkan, beberapa artis lain pernah menolak lagu ini sebelum akhirnya sampai ke tangannya.

Awalnya, Tina tidak tertarik menyanyikan lagu ini karena merasa terlalu pop dan ringan. Namun, ketika akhirnya direkam, vokalnya memberi nuansa baru pada lagu tersebut. Hasilnya luar biasa, karena lagu ini langsung menduduki puncak tangga musik dan membawa Tina Turner meraih dua Grammy. Ini juga menjadi comeback yang sangat ikonik dalam sejarah musik pop.

2. “I Will Always Love You” – Whitney Houston

Lagu ini pertama kali ditulis dan dipopulerkan oleh Dolly Parton. Ia bahkan hampir memberikannya kepada Elvis Presley. Namun, karena masalah hak cipta, Parton menolak tawaran itu. Keputusan ini akhirnya terasa dampaknya puluhan tahun kemudian, saat Whitney Houston membawakan lagu ini untuk film The Bodyguard (1992).

Versi Whitney Houston mengubah lagu country sederhana menjadi anthem cinta yang legendaris. Suara vokalnya yang kuat membuat lagu ini mendominasi chart dunia dan meraih banyak penghargaan Grammy. Keputusan Dolly Parton untuk mempertahankan lagunya terbukti sangat bijaksana, baik secara artistik maupun finansial.

3. “Toxic” – Britney Spears

“Toxic” adalah salah satu lagu paling ikonik dalam katalog Britney Spears, namun awalnya nyaris tidak menjadi miliknya. Lagu ini sempat ditawarkan ke beberapa artis lain yang memilih melewatkan kesempatan karena dianggap terlalu eksperimental. Padahal, aransemen unik dan beat yang tajam justru menjadi daya tarik utama.

Saat Britney akhirnya merekam lagu ini, hasilnya terasa sangat berbeda dibandingkan karya pop lain di masanya. Kesuksesan globalnya tidak hanya mengembalikan citra Britney sebagai pop star, tetapi juga memberinya Grammy pertama. Lagu ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman bisa menghasilkan sesuatu yang legendaris.

4. “Umbrella” – Rihanna feat. Jay-Z

Sebelum menjadi lagu yang identik dengan Rihanna, “Umbrella” sempat ditawarkan ke Britney Spears dan Mary J. Blige. Namun, karena alasan tertentu, lagu ini tidak sampai ke tangan mereka. Hingga akhirnya Rihanna, yang sedang mencari lagu penentu karier, langsung jatuh cinta pada track ini.

Setelah dirilis, “Umbrella” langsung mendominasi chart dan menjadi soundtrack musim panas 2007. Lagu ini tidak hanya memperkenalkan era baru Rihanna, tetapi juga memberinya Grammy pertama. Sulit membayangkan bagaimana jika lagu ini dinyanyikan oleh orang lain setelah melihat betapa kuatnya identitas Rihanna di dalamnya.

5. “Happy” – Pharrell Williams

Awalnya, “Happy” ditulis oleh Pharrell untuk CeeLo Green dan bahkan sudah direkam. Namun, label memutuskan untuk menunda perilisan lagu tersebut demi proyek lain. Akhirnya, lagu itu kembali ke tangan Pharrell. Daripada menunggu, ia memutuskan untuk menyanyikannya sendiri.

Keputusan spontan ini justru menghasilkan fenomena global. “Happy” menjadi lagu yang tak bisa dihindari di mana pun, dari radio hingga iklan. Lagu ini memenangkan Grammy dan membuktikan bahwa kadang, pencipta lagu adalah orang terbaik untuk menyampaikan emosinya sendiri.

Penutup

Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam dunia musik, satu keputusan kecil bisa mengubah nasib sebuah lagu dan karier seorang artis secara drastis. Dari semua lagu yang disebutkan, mana yang paling sulit kamu bayangkan jika dinyanyikan oleh artis lain?

Posting Komentar