5 Riff Gitar Legendaris yang Diduga Menjiplak Musisi Lain

Riff Gitar yang Membentuk Sejarah Musik Rock
Dalam dunia musik rock, riff gitar sering menjadi ciri khas yang membuat sebuah lagu dikenang. Ketika nada pertama dimainkan, pendengar langsung mengenali lagu tersebut. Riff yang kuat dapat menjadikan sebuah lagu abadi dan memperkuat reputasi musisinya di antara generasi yang berbeda.
Namun, di balik kepopulerannya, beberapa riff ikonik juga memicu perdebatan. Apakah mereka benar-benar orisinal atau justru terinspirasi dari lagu-lagu sebelumnya? Berikut ini lima contoh riff gitar yang masih dianggap menjiplak karena kemiripannya dengan karya-karya sebelumnya.
1. 'Johnny B. Goode' – Chuck Berry
Sulit membayangkan sejarah rock tanpa menyebut 'Johnny B. Goode'. Riff pembuka lagu ini menjadi fondasi bagi banyak gitaris pemula dan sering dijadikan acuan gaya bermain gitar rock klasik. Ritmenya yang dinamis membuat lagu ini langsung menggelegar sejak awal.
Namun, ada kontroversi terkait asal usul riff ini. Beberapa pengamat musik percaya bahwa riff ini mirip dengan lagu 'Ain’t That Just Like A Woman' oleh Louis Jordan, yang dirilis sebelumnya. Meski berbeda dalam tempo, kunci, dan sentuhan distorsi, kesamaannya cukup mencolok.
2. 'Revolution' – The Beatles
The Beatles dikenal sebagai band inovatif yang memengaruhi banyak genre musik. Namun, prodigalitas mereka juga membuat mereka sering dikaitkan dengan tudingan penjiplakan. 'Revolution' adalah salah satu contohnya, terutama karena riff gitarnya yang agresif.
Jika didengarkan secara cermat, struktur riff dan ritme drum di 'Revolution' memiliki kesamaan yang signifikan dengan lagu blues 'Do Unto Others' oleh Pee Wee Crayton. Dari penempatan snare hingga alur not gitar, kesamaannya sangat jelas. Meski The Beatles berhasil mengubahnya menjadi lagu rock yang unik, jejak blues klasik tetap terasa.
3. 'Come As You Are' – Nirvana
Bagi banyak gitaris pemula era 90-an, 'Come As You Are' adalah ritual wajib. Riff-nya sederhana, gelap, dan penuh atmosfer, mencerminkan identitas grunge yang lekat dengan Nirvana. Lagu ini juga menjadi salah satu karya paling dikenal dari Kurt Cobain dan kawan-kawannya.
Masalah muncul ketika riff tersebut dimainkan dengan tempo lebih cepat. Dalam versi seperti itu, kemiripannya dengan lagu 'Eighties' oleh Killing Joke menjadi sulit diabaikan. Bahkan, perdebatan ini sempat hampir berujung pada tindakan hukum, meskipun akhirnya tidak terjadi. Kurt Cobain sendiri diketahui mengagumi Killing Joke, sehingga banyak orang menganggap kemiripan ini sebagai inspirasi yang terlalu jauh.
4. 'I Feel Fine' – The Beatles
The Beatles kembali muncul dalam daftar ini melalui lagu 'I Feel Fine'. Riff gitar pada lagu ini terdengar ringan, catchy, dan sangat khas era awal band tersebut. Lagu ini juga dikenal sebagai salah satu contoh awal penggunaan feedback gitar dalam musik pop mainstream.
Namun, jika dibandingkan dengan lagu 'Watch Your Step' oleh Bobby Parker, kemiripannya sulit disangkal. Pola not gitar pembuka nyaris identik, seolah menjadi cetakan yang sama. Meski arah musikal kedua lagu kemudian berkembang berbeda, titik awal riff-nya benar-benar serupa.
5. 'Smoke on the Water' – Deep Purple
Riff 'Smoke on the Water' sering disebut sebagai riff gitar paling terkenal sepanjang masa. Sederhana dan mudah dimainkan, riff ini menjadi gerbang masuk bagi jutaan gitaris pemula di seluruh dunia. Ritchie Blackmore pernah mengatakan bahwa riff tersebut terinspirasi dari Beethoven yang dimainkan terbalik.
Namun, teori ini sering dianggap kurang meyakinkan. Banyak pendengar justru menemukan kemiripan yang lebih kuat dengan lagu 'Maria Moita' oleh Carlos Lyra. Pola nadanya terdengar sangat dekat, bahkan tanpa perlu banyak penyesuaian. Jika benar demikian, maka riff legendaris ini mungkin bukan sekadar hasil inspirasi klasik, melainkan adaptasi dari musik Brasil yang kurang dikenal publik rock Barat.
Musik dan Pengaruh yang Tak Terhindarkan
Musik selalu berkembang dari musik sebelumnya, dan hampir semua musisi besar adalah pendengar yang baik sebelum menjadi pencipta. Dengan semua kontroversi ini, apakah riff-riff tersebut tetap layak disebut legendaris karena dampaknya?
Banyak musisi memang terinspirasi dari karya sebelumnya, namun yang membedakan adalah bagaimana mereka mengubah dan memperkaya ide tersebut. Riff yang terkenal tidak hanya tentang kesamaan, tapi juga tentang bagaimana mereka diinterpretasikan dan diterima oleh para pendengar.
Posting Komentar