Perjalanan Karier Hasan Aula: Dari Pabrik ke Jabatan Tinggi Erajaya

Perjalanan Karier yang Menginspirasi
Sebelum menjadi salah satu pemimpin di perusahaan ritel dengan portofolio yang beragam, Hasan Aula telah melalui proses panjang dalam meniti karier. Sebagai Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), ia memiliki latar belakang yang kaya akan pengalaman dan pembelajaran.
Awal Karier di Dunia Produksi
Setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi pada tahun 1987, Hasan langsung bergabung dengan PT Frisian Flag di bagian produksi pabrik. Pemilihan bidang ini tidak jauh dari jurusan kuliahnya, Teknologi Pangan, yang membutuhkan banyak praktik lapangan. Di tempat kerja pertamanya ini, Hasan diberi tanggung jawab untuk memimpin area produksi, meskipun saat itu ia masih dianggap sebagai anak muda yang belum berpengalaman.
Tantangan terbesar bagi Hasan adalah mengelola tim yang lebih senior. Namun, ia tidak mudah menyerah. Ia memilih pendekatan humanis dalam kepemimpinannya agar dapat meraih kepercayaan dari anggota tim. Pengalaman ini memberinya pelajaran penting tentang pentingnya human touch dalam kepemimpinan.
Selain itu, pekerjaan ini juga memberinya wawasan tentang standar kualitas, efisiensi proses, serta disiplin operasional. Lebih dari itu, pengalaman bekerja di perusahaan multinasional membuka wawasan baru tentang cara organisasi besar dirancang dan dijalankan.
Perpindahan ke Bidang Pemasaran
Setelah bekerja selama dua tahun, Hasan sadar bahwa ia perlu berkembang lebih jauh. Pada tahun 1990, ia memutuskan untuk melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI). Kembali ke bangku kuliah membuka wawasan baru baginya, termasuk pengetahuan tentang pemasaran, penjualan, strategi bisnis, hingga pengambilan keputusan manajerial.
Setelah menyelesaikan MBA, Hasan banting setir dari dunia operasional ke bidang sales dan marketing. Ia mulai bekerja di beberapa perusahaan seperti PepsiCola, Kodak, hingga Nokia Indonesia sejak 1998 hingga 2010. Di sana, ia menjabat sebagai Direktur, Executive Advisor, dan Country Manager.
Pengalaman di Nokia dan Erajaya
Berkontribusi selama 12 tahun di Nokia membuka banyak pengalaman dan pelajaran bagi Hasan. Menurutnya, masa akhir 1990-an merupakan periode penting bagi industri telekomunikasi yang sedang berkembang pesat. Masa tersebut penuh dengan perubahan teknologi dan menuntut adaptasi terus-menerus.
Pada tahun 2012, Hasan memutuskan untuk bergabung dengan Erajaya Group. Ia membawa pengalaman lintas industri, mulai dari manufaktur, konsumer, hingga teknologi dan telekomunikasi. Hal ini membantu perkembangan Erajaya yang kini memiliki portofolio bisnis yang sangat beragam.
Erajaya kini memiliki berbagai lini bisnis melalui entitas anak usaha, seperti segmen digital, gaya hidup aktif/olahraga, food & beverages (F&B), hingga otomotif. Perusahaan ini juga menaungi ritel ternama seperti Erafone, iBox, JDSports, gerai ASICS, Paris Baguette, Chagee, hingga supermarket Grand Lucky. Tahun lalu, Erajaya juga memperluas sayap bisnis ke otomotif sebagai agen pemegang merek (APM) merek XPENG.
Nilai Kepemimpinan yang Tetap Dipertahankan
Sejak memimpin area produksi pabrik hingga menjadi bos ritel, gaya kepemimpinan Hasan terus berkembang. Namun, ada satu nilai yang tetap dipertahankannya: trust. Menurut Hasan, ketika ada rasa percaya, komunikasi antara pimpinan dan tim menjadi lebih terbuka, sehingga koordinasi lebih efektif.
Di bawah kepemimpinan Hasan, setiap anggota tim harus memahami arah perusahaan dan alasan sebuah keputusan diambil. Ia percaya, dengan mengetahui arah, tim akan bekerja lebih selaras dan konsisten.
Hasan juga menyadari bahwa ia memimpin industri dengan sejumlah lini yang sangat dinamis. Hal ini membuatnya melihat tantangan industri ritel akan semakin kompleks. Dengan demikian, perusahaan harus semakin memahami perilaku konsumen.
Aktivitas di Berbagai Asosiasi
Tidak hanya fokus pada perusahaan, Hasan juga berkomitmen untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia aktif dalam berbagai asosiasi, seperti Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), pengurus Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), dan anggota departemen perdagangan di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Melalui forum-forum tersebut, Hasan berpartisipasi dalam diskusi untuk menyumbang gagasan dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Meski bekerja dengan banyak pemimpin yang memiliki ide berbeda, ia tetap menjunjung kolaborasi.
Masa Depan yang Dinamis
Hasan optimistis bahwa diversifikasi bisnis dan penguatan internal membuat Erajaya berada dalam posisi yang baik ke depan. Ia ingin terus menciptakan nilai tambah bagi industri dengan beradaptasi pada gaya hidup masa kini dan kebutuhan konsumen yang terus berubah.
Ia juga ingin tetap aktif di asosiasi atau organisasi setelah pensiun. Baginya, masa pensiun adalah fase mengatur ulang ritme hidup, sembari lebih selektif dalam memilih aktivitas. Ia percaya bahwa proses pengembangan diri tidak akan berhenti selama masih bisa berdialog dan belajar dari orang lain.
Dari awal karier hingga saat ini, Hasan telah membuktikan bahwa kepemimpinan bukanlah soal siapa yang paling vokal atau menonjol, tetapi seberapa jauh seorang pemimpin bisa membuat tim saling percaya dan bergerak ke arah yang sama.
Posting Komentar