Peluang Kerja Global Menggelora, Putra Putri Maluku Utara Siap Berkarier Dunia

Daftar Isi
Peluang Kerja Global Menggelora, Putra Putri Maluku Utara Siap Berkarier Dunia

Peluang Kerja Global untuk Putra-Putra Daerah Maluku Utara

Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berupaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat setempat, khususnya putra-putri daerah yang ingin menembus pasar kerja internasional. Langkah ini dilakukan melalui program penyiapan dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Dengan demikian, kesempatan kerja global kini semakin terbuka lebar bagi warga Maluku Utara.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global. Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah pertemuan antara Gubernur Sherly Laos dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan fakta bahwa kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri mencapai sekitar 500 ribu orang. Ini menjadi peluang besar yang ingin dimanfaatkan oleh Maluku Utara.

Marwan mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut memberikan angin segar bagi daerah, terutama dalam hal dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa Gubernur Sherly Laos menyampaikan beberapa gagasan terkait Maluku Utara dan mendapat respons positif dari Menteri. Pada tahun 2026, Maluku Utara akan mendapatkan alokasi dana yang cukup besar untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BP3MI Manado, yang membawahi wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Sejauh ini, dari 80 peserta yang mengikuti pelatihan, dua orang telah lolos dan siap diberangkatkan ke luar negeri. Meski begitu, Marwan menegaskan bahwa tidak semua peserta dapat langsung diberangkatkan karena proses seleksi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan negara tujuan.

“Kita harus mengikuti kepentingan dan persyaratan negara tujuan. Setiap negara memiliki standar yang berbeda. Peserta yang telah mengikuti pelatihan saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu penempatan sesuai kebutuhan,” ujar Marwan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja bukanlah proses instan. Dibutuhkan waktu, pelatihan berkelanjutan, serta pendampingan yang serius. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal, terlebih setelah daerah ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat pasca pertemuan Gubernur dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap dapat meningkatkan kualitas SDM dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat setempat. Hal ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan memperkuat posisi Maluku Utara di kancah global.

Posting Komentar