Gus Irfan: Petugas Haji 2026 Akan Kembali Diundang Tahun Depan

Penghargaan untuk Petugas Haji Berkinerja Baik
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengumumkan rencana pemberian penghargaan kepada petugas haji yang menunjukkan kinerja terbaik selama musim haji 1447 H/2026 M. Penghargaan ini akan diberikan dengan cara mengundang kembali petugas tersebut sebagai bagian dari tim pada tahun berikutnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Irfan saat membuka rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Irfan menjelaskan bahwa pihaknya tidak segan memberikan sanksi bagi calon petugas haji yang tidak disiplin selama pelatihan maupun ketika bertugas resmi. Namun, sistem reward and punishment juga akan diterapkan, termasuk pemberian apresiasi kepada petugas yang menunjukkan performa baik.
“Petugas haji bisa dipakai lebih dari satu kali, dengan catatan rapor anda bagus. Kami menilai siapa yang layak jadi petugas dua kali, kalau perlu tiga kali,” ujar Irfan.
Menurutnya, pemilihan kembali petugas haji berkinerja baik merupakan bentuk apresiasi terhadap mereka yang bersedia belajar dan komitmen dalam melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Persyaratan dan Niat yang Jelas
Irfan juga menekankan pentingnya niat para calon petugas haji yang mengikuti diklat di 'barak' pada 10—30 Januari 2026. Mereka harus membulatkan tekad bahwa mereka terpilih sebagai petugas yang bertugas melayani tamu Allah SWT.
Irfan menegaskan, jangan sampai calon petugas hanya berpikir untuk nebeng beribadah haji dan mengabaikan tanggung jawab utama mereka. Mereka sudah jelas memiliki tugas utama melayani para jemaah haji Indonesia.
“Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, berangkat sebagai pelayan tamu Allah. Anda berangkat dengan [menggunakan] uang ummat, uang masyarakat, uang APBN, jangan sia-siakan [dengan tidak memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji],” ujarnya.
Pelatihan yang Komprehensif
Sebelumnya, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi menyebut bahwa sebanyak 1.458 orang petugas haji 2026 mulai menjalani diklat. Proses pelatihan itu akan berlangsung selama tiga pekan, yaitu pada 10—30 Januari 2026.
Petugas haji dari berbagai daerah yang akan bertugas sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), atau Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede dan mengikuti rangkaian diklat.
Dendi menjelaskan bahwa para petugas haji akan menjalankan latihan fisik melalui olahraga rutin setiap harinya. Olahraga dan latihan baris-berbaris akan difokuskan pada pekan pertama diklat di 'barak'.
“Ibadah Haji itu 90%-nya ibadah fisik, sehingga petugasnya harus lebih kuat daripada jamaah,” ujar Dendi usai gladi upacara pembukaan diklat pada Sabtu (10/11/2025) malam.
Pelatihan Teknis dan Fungsional
Setelah itu, peserta akan mendapatkan pelatihan pengetahuan ibadah haji dan keterampilan sebagai petugas. Akan terdapat pelatihan Bahasa Arab, prosedur dan pelaksanaan ibadah haji, hingga kesehatan dasar.
Para petugas juga akan mendapatkan pelatihan spesifik sesuai tugas dan fungsi (tusi) masing-masing. Pembagian tugas itu mencakup unit transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, pendamping lansia, perlindungan jamaah, dan media center haji.
Selain itu, petugas juga akan mendapatkan pelatihan sesuai penempatan penugasan, seperti tugas di bandara, Madinah, dan Mekkah.
Kepuasan Tim dan Kesiapan Bertugas
Pelatihan ini juga bertujuan agar petugas haji memiliki ikatan yang kuat karena akan bekerja sama selama bertugas di Arab Saudi.
Lebih dari 11.000 orang mendaftar sebagai petugas haji 1447 H/2026 M, menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Posting Komentar