Putri Berfoto Bersama Keluarga Sebelum Tewas Ditabrak WNA

Perjalanan Duka yang Menyentuh Hati
Riyanto duduk di ruang tamu rumahnya yang sederhana, matanya masih memandangi papan putih yang bertuliskan berita duka. Tulisan itu menyebutkan kematian Putri Damar Timur (22), putrinya yang sangat dicintai. Kejadian tragis ini terjadi setelah Putri mengalami kecelakaan lalu lintas saat berkendara sepeda motor dan tertabrak mobil Hyundai Creta yang dikemudikan oleh seorang warga negara asing, Wu Lili, pada Rabu (3/12) malam di Jalan Abdulrahman Saleh, Kota Semarang.
Dua hari sebelum kejadian, Putri baru saja menyelesaikan wisuda dari perguruan tinggi tempat ia kuliah. Saat kecelakaan terjadi, ia keluar rumah untuk mengembalikan properti acara wisuda yang digunakannya. Rasa sakit yang dirasakan Riyanto begitu dalam ketika mendengar kabar kecelakaan tersebut. Malam itu, ia baru saja pulang dari rumah sakit setelah menjalani kontrol kesehatan rutin. Tubuhnya lelah setelah bekerja seharian, dan ia sempat tertidur sebelum seseorang mengetuk pintu rumah.
“Ada orang datang malam-malam. Saya ngelilir, terus dikabari kalau anak saya kecelakaan,” ujar Riyanto, ditemui di rumahnya di Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (5/12/2025).
Ia ingat bahwa dua hari sebelum kejadian, ia sempat menghubungi temannya yang berada di lokasi kejadian. Namun jawaban yang diterimanya justru membuat hatinya tidak tenang. “Jawabannya sing menurut saya ada sesuatu. Kayak tidak berani terbuka,” katanya.
Setelah tiba di RS Syamsul Hidayat, kondisi Putri sudah ditangani. Hasil rontgen menunjukkan luka serius di area dada. Beberapa tulang rusuk patah, dan ada perbedaan tekanan di paru-paru kanan dan kiri. Dokter menjelaskan kemungkinan terdapat udara yang terjebak di dalam rongga dada. Tindakan dilakukan untuk mengeluarkan angin itu, tetapi ternyata yang keluar adalah darah. Banyak, hampir satu liter. Saat darah mengalir, kondisi jantung Putri ikut menurun.
Tidak lama kemudian dokter keluar dan menyatakan Putri meninggal. Riyanto sempat melihat putrinya berada di ruang perawatan jantung, tetapi ia tak sanggup menunggu. “Aku keluar. Aku enggak kuat,” ucapnya pelan.
Anak yang Aktif dan Penuh Kebaikan
Bagi keluarga, Putri bukan sekadar anak kedua dari tiga bersaudara. Ia satu-satunya anak perempuan, dikenal aktif dan dekat dengan warga kampung. “Di tempat tinggal kami, dia jadi ketua Karang Taruna. Anaknya periang dan supel,” ujar Riyanto.
Jenazah Putri disemayamkan dengan banyak pelayat. Teman-teman datang dari berbagai fase hidupnya, mulai dari SD, SMP, SMK hingga kuliah. Bahkan lurah dan camat juga hadir karena kedekatan Putri dengan kegiatan sosial kampung.
Riyanto pun bercerita, Putri telah mempersiapkan banyak hal selepas wisuda. Beberapa berkas sudah Putri rapikan sendiri. Berkas itu berisi akta kelahiran, ijazah, kartu keluarga, daftar riwayat hidup, fotocopy KTP, dan sebagainya dimasukkan ke dalam map bening. Saat merapikan itu, Putri berucap kepada ibunya, berkas-berkas itu dikumpulkannya agar saat mengurus administrasi nanti mudah. “Dia itu sempat merapikan berkas-berkas, katanya biar nanti kalau ibu ngurus-ngurus gampang,” katanya.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Seusai wisuda, Putri mengajak keluarga untuk berfoto studio, termasuk sang nenek yang ikut serta. Hasil fotonya sudah jadi, tetapi belum sempat ia kirim ke semua anggota keluarga. Di antara kenangan itu, Riyanto menyimpan satu hal kecil yang menempel di pikirannya. Dua hari setelah wisuda, ia meminta Putri mengirim foto untuk dipasang di status WhatsApp. Putri berjanji mengirim, tetapi lupa. Ketika akhirnya foto dikirim, Riyanto merasa ada yang ganjil. “Ada rasa kayak ditahan. Seakan-akan ada suara yang bilang jangan. Kayak bukan kabar yang menggembirakan,” ujarnya.
Ia tidak mengunggah foto itu. Tak lama setelah itu Putri pergi untuk mengembalikan properti wisuda dan tidak pernah kembali. Hingga kini keluarga masih menunggu proses hukum selanjutnya dari kepolisian.
Proses Hukum yang Masih Berlangsung
Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menyampaikan bahwa Wu Lili telah menjalani pemeriksaan. Namun, ia belum ditahan karena dinilai kooperatif. “Sejauh ini pemeriksaannya kooperatif. Kami hadirkan translator karena menggunakan bahasa Tiongkok, bahasa Indonesianya kurang lancar,” ujar Yunaldi.
Polisi masih melengkapi alat bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk menguatkan penyelidikan. “Sedang kami kumpulkan alat bukti dan saksi-saksi. Jadi belum kami tahan. Nanti kami gelarkan hasil penyelidikan,” katanya.
Wu Lili ini terlibat kecelakaan maut yang menewaskan seorang mahasiswi, Putri Damar Timur (22), di Jalan Abdulrahman Saleh, kawasan Kalibanteng, Kota Semarang, Rabu (3/12) malam. Wu Lili yang mengemudikan Hyundai Creta putih diduga kehilangan kendali akibat pengaruh alkohol hingga masuk ke jalur berlawanan dan menabrak dua sepeda motor. Korban, Putri (22), meninggal dunia di lokasi.
Dari hasil penyelidikan awal, Wu Lili diketahui baru selesai makan dan menjamu rekan kerja sebelum insiden terjadi. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mengalami kecelakaan.
Posting Komentar