Pertumbuhan Ekonomi RI Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025, Ini Penyebabnya

Daftar Isi
Featured Image

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2025

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2025 mencatatkan angka sebesar 5,12 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini menunjukkan peningkatan dari pertumbuhan yang tercatat pada semester pertama tahun 2025, yaitu sebesar 4,99 persen dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia terus mengalami perbaikan meskipun masih menghadapi tantangan global.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2025 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 5.947,0 triliun, sedangkan jika dihitung atas dasar harga konstan 2010, PDB mencapai Rp 3.396,3 triliun. Data ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pertumbuhan ekonomi tanpa adanya pengaruh inflasi.

Pertumbuhan Berdasarkan Lapangan Usaha

BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi di seluruh lapangan usaha. Beberapa sektor yang tumbuh signifikan antara lain:

  • Jasa Lainnya tumbuh sebesar 11,31 persen.
  • Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 9,31 persen.
  • Transportasi dan Pergudangan tumbuh sebesar 8,52 persen.
  • Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 8,04 persen.

Sementara itu, pertumbuhan pada kuartal II-2025 dibandingkan dengan kuartal I-2025 mencapai 4,04 persen. Sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan, kecuali Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami kontraksi sebesar 2,61 persen.

Beberapa sektor yang tumbuh pesat dalam periode ini adalah:

  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 13,53 persen.
  • Transportasi dan Pergudangan tumbuh sebesar 6,58 persen.
  • Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 6,43 persen.

Sektor industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,38 persen dan 3,12 persen.

Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha

Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha tidak mengalami perubahan signifikan. Lima sektor utama yang mendominasi perekonomian adalah:

  • Industri Pengolahan sebesar 18,67 persen.
  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,83 persen.
  • Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,02 persen.
  • Konstruksi sebesar 9,48 persen.
  • Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,59 persen.

Total kontribusi lima sektor tersebut mencapai 63,59 persen terhadap PDB nasional.

Pertumbuhan Berdasarkan Pengeluaran

Dalam kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Komponen-komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah:

  • Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh sebesar 21,05 persen.
  • Ekspor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,85 persen.
  • Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,10 persen.
  • Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 3,14 persen.
  • Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 0,51 persen.

Komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 9,89 persen.

Struktur PDB menurut pengeluaran tetap stabil. Komponen utama yang mendominasi adalah:

  • Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 54,25 persen.
  • Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,83 persen.
  • Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,28 persen.
  • Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 6,93 persen.
  • Perubahan Inventori sebesar 2,60 persen.
  • Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 1,35 persen.

Komponen impor barang dan jasa memiliki kontribusi sebesar 20,66 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Wilayah

Provinsi-provinsi di Pulau Jawa masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi mereka terhadap PDB nasional mencapai 56,94 persen. Wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua juga memberikan kontribusi yang signifikan.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tercatat di sejumlah provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,83 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,24 persen), Pulau Sumatera (4,96 persen), dan Pulau Kalimantan (4,95 persen). Sementara itu, Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh sebesar 3,73 persen, dan Pulau Maluku dan Papua tumbuh sebesar 3,33 persen.

Posting Komentar