7 Situs Warisan Dunia Afrika yang Menyimpan Jejak Kolonialisme

Sejarah Kolonialisme di Afrika yang Terekam dalam Situs Warisan Dunia
Afrika merupakan salah satu benua yang paling terdampak oleh sejarah kolonialisme. Sejak abad ke-15, bangsa Eropa mulai menancapkan pengaruhnya di kawasan ini, dengan tujuan untuk menjajah dan menguasai wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Proses kolonisasi ini berlangsung hingga awal abad ke-20, ketika sebagian besar wilayah Afrika dikuasai oleh negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Portugis. Meskipun banyak negara Afrika telah meraih kemerdekaan, beberapa bangunan dan situs yang dibangun selama masa kolonial masih bertahan hingga kini. Berikut adalah tujuh situs warisan dunia di Afrika yang berkaitan erat dengan sejarah kolonialisme.
1. Aapravasi Ghat
Aapravasi Ghat adalah sebuah kantor imigrasi yang dibangun pada tahun 1849 di Mauritania. Pada masa itu, Inggris sedang menerapkan sistem kerja terikat hutang (indentured labor) sebagai pengganti perbudakan. Aapravasi Ghat menjadi tempat penanganan para pekerja migran yang berasal dari India dan akan dikirim ke koloni-koloni Inggris di Afrika, Pasifik, maupun Karibia. Bangunan ini memiliki fasilitas lengkap seperti toilet, jalur rel kereta api, dapur umum, serta rumah sakit. Fungsi Aapravasi Ghat terus berjalan hingga pertengahan 1920-an.
2. Asmara
Asmara adalah ibukota Eritrea yang juga menjadi situs warisan dunia. Kota ini dibangun oleh Italia pada akhir abad ke-19 dan menjadi pusat industri strategis. Selama periode kolonial, Asmara mengalami pembangunan pesat dengan berbagai bangunan penting seperti kantor pemerintahan, pemukiman, bank, gereja, bioskop, dan hotel. Kebanyakan bangunan memiliki desain bergaya Italia. Pembangunan di Asmara dihentikan saat Perang Dunia II meletus.
3. Cidade Velha
Cidade Velha terletak di Pulau Santiago, Cape Verde. Kota ini menjadi pusat penting dalam sejarah kolonialisme Portugis sebelum ibukota dipindahkan ke Praia. Dibangun oleh António da Noli pada abad ke-15, Cidade Velha menjadi jalur perdagangan penting antara Afrika, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia. Sisa-sisa bangunan era kolonial seperti benteng pertahanan, gereja Katolik Roma, dan lapangan kota masih dapat dilihat hingga kini.
4. Fort Jesus
Fort Jesus adalah benteng milik kolonial Portugis yang dibangun pada 1593-1596 di Mombasa, Kenya. Benteng ini memiliki desain arsitektur Renaissance yang simetris dan menjadi saksi keberhasilan bangsa Eropa dalam menguasai jalur perdagangan di Samudra Hindia. Fort Jesus menjadi tempat persaingan antara Portugis, Arab, Afrika, dan Inggris.
5. Mazagan
Mazagan adalah kota berbenteng yang dibangun oleh penjelajah Portugis pada abad ke-16. Di balik benteng tersebut, terdapat bangunan bergaya Gothic seperti Church of the Assumption. Setelah Portugis meninggalkan Maroko pada 1769, kota ini sempat terbengkalai sebelum kemudian diubah namanya menjadi El Jadida. Kini, El Jadida menjadi destinasi wisata favorit di Maroko.
6. Pulau Gorée
Pulau Gorée adalah pulau kecil di Senegal yang menjadi pusat perdagangan budak pada abad ke-16. Sebelum kedatangan Portugis, pulau ini dihuni oleh suku Lebu. Setelah Portugis datang, banyak penduduk asli dipindahkan dan mulailah era perbudakan. Pulau ini digunakan sebagai tempat penampungan sebelum orang-orang Afrika dikirim ke Amerika. Hingga 1848, perdagangan budak tetap berlangsung meski sudah berpindah tangan dari Portugis ke Prancis.
7. Pulau Robben
Pulau Robben adalah pulau kecil di Afrika Selatan yang digunakan sebagai tempat isolasi selama masa kolonial. Awalnya, pulau ini digunakan sebagai tempat transit kapal, lalu menjadi tempat pemukiman bagi tahanan dan penderita kusta. Selama rezim apartheid, Pulau Robben menjadi penjara tingkat tinggi. Nelson Mandela adalah salah satu tahanan yang pernah diasingkan di sini. Setelah 1996, pulau ini berubah fungsi menjadi museum.
Ketujuh situs ini hanya sebagian kecil dari peninggalan kolonial yang masih bertahan hingga kini. Selain menjadi destinasi wisata, situs-situs ini juga menjadi saksi bisu sejarah kolonialisme yang berlangsung selama ratusan tahun di Benua Afrika.
Posting Komentar