5 Fakta Menarik Burung Bush Thick Nee, Ahli Menyamar dan Suara yang Menggigit!

Kenalan dengan Bush Thick-knee, Burung Ahli Penyamar di Outback Australia
Jika kamu sedang berjalan-jalan di semak belukar atau padang rumput di Australia, mungkin kamu akan melewatkan satu spesies burung yang sangat unik. Namanya adalah Bush Thick-knee (Burhinus grallarius), atau sering disebut juga Bush Stone-curlew. Burung ini memiliki kemampuan menyamar yang luar biasa hingga terlihat seperti patung hidup. Dengan bulu kecokelatan yang mirip dedaunan kering dan kaki yang unik, mereka bisa menghilang dari pandangan bahkan ketika berada di dekat manusia.
Meskipun aktif di malam hari, penampilan dan tingkah laku mereka membuat kita ingin tahu lebih dalam tentang kehidupan mereka. Mulai dari teknik kamuflase yang luar biasa hingga suara panggilan yang menyeramkan. Berikut adalah 5 fakta menarik tentang Bush Thick-knee:
1. Ahli Menyamar yang Seperti Patung Hidup
Bush Thick-knee adalah master dalam seni menyamar. Bulu mereka berwarna cokelat dengan garis-garis dan bintik-bintik yang sangat mirip dengan lingkungan sekitarnya. Ketika merasa terancam, mereka akan membeku, merunduk di tanah, dan memanjangkan leher sambil memperlihatkan mata kuning besar mereka. Dalam posisi ini, mereka benar-benar terlihat seperti ranting patah atau batu besar, sehingga sulit bagi predator untuk membedakannya dari lingkungan sekitar. Teknik ini sangat efektif, bahkan membuat mereka tidak bergerak sama sekali meski manusia berada sangat dekat.
2. Suara Panggilan yang Mengerikan
Meskipun selama siang hari mereka sangat diam, di malam hari mereka berubah total. Bush Thick-knee dikenal memiliki suara panggilan yang sangat menonjol dan agak menyeramkan. Suara mereka berupa ratapan keras, melengking, dan serak yang terdengar seperti jeritan wanita atau bayi yang menangis. Suara ini bisa terdengar jauh hingga satu kilometer! Karena saking unik dan menyeramkannya, penduduk setempat sering menyebutnya sebagai suara hantu atau "Wailing Bird". Panggilan ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi antar pasangan atau menandai wilayah mereka di kegelapan malam.
3. Sarang yang Sangat Minimalis
Bush Thick-knee memiliki pendekatan yang sangat santai dalam membuat sarang. Alih-alih membangun sarang rumit di pohon, betina hanya meletakkan telurnya langsung di atas tanah. Mereka hanya membersihkan sedikit area dari kerikil atau dedaunan, mungkin menambahkan beberapa ranting kecil sebagai alas. Keberhasilan penetasan telur mereka sangat bergantung pada kemampuan kamuflase yang sempurna dari telur berbintik-bintik yang menyatu dengan tanah di sekitarnya.
4. Kaki Kuat untuk Berburu
Dengan nama "Thick-knee", mereka memiliki kaki yang panjang dan kuat. Meskipun tampak seperti lutut tebal, itu sebenarnya adalah sendi pergelangan kaki. Kaki yang kuat ini menjadi aset utama mereka karena mereka adalah pemburu nokturnal. Di malam hari, mereka menjelajahi semak belukar dan padang rumput, menggunakan pendengaran dan mata kuning besar mereka untuk mendeteksi mangsa seperti serangga, laba-laba, atau kadal kecil. Kaki yang kokoh juga membantu mereka kabur dengan cepat jika terancam.
5. Setia Sampai Mati dan Berduet Seumur Hidup
Meskipun terlihat independen, Bush Thick-knee sangat setia dan dikenal sebagai pasangan monogami seumur hidup. Setelah menemukan pasangan, mereka tetap bersama di wilayah yang sama selama bertahun-tahun, bahkan sampai salah satu dari mereka mati. Ikatan kuat ini juga terlihat dalam panggilan mereka di malam hari, di mana pasangan sering melakukan duet panggilan yang selaras. Jantan dan betina saling berbagi tanggung jawab dalam mengasuh anak dan mempertahankan sarang, menunjukkan kerja sama yang luar biasa dalam kehidupan keluarga mereka.
Bush Thick-knee adalah makhluk yang penuh kontradiksi. Di siang hari, mereka diam dan tak terlihat, namun di malam hari mereka bersuara nyaring dan aktif. Dari kemampuan menyamar yang luar biasa hingga suara panggilan yang menyeramkan, kesetiaan monogami seumur hidup, hingga strategi bersarang minimalis. Semua fakta ini menegaskan bahwa mereka adalah survivalist sejati di outback Australia. Keunikan mereka mengingatkan kita betapa jeniusnya evolusi dalam menciptakan makhluk yang sempurna beradaptasi dengan lingkungannya.
Posting Komentar