4 Tips Mengatur Keuangan Keluarga di Masa Sulit

Daftar Isi
Featured Image

Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Kondisi Ekonomi Sulit

Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, seperti saat harga barang meningkat sementara pemasukan tetap, keluarga perlu memperhatikan pengelolaan keuangan dengan lebih cermat. Mike Rini, seorang Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, memberikan beberapa tips penting untuk menghadapi kondisi ini.

Fokus Pada Kebutuhan Pokok Keluarga

Pertama-tama, fokus utama dalam pengelolaan keuangan adalah memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Mike menjelaskan bahwa ketika harga barang naik, uang yang dimiliki harus digunakan secara efisien agar bisa mencukupi kebutuhan dasar.

Ia menekankan bahwa jajan bukanlah kebutuhan pokok, namun sering kali menjadi sumber pengeluaran yang tidak terkontrol. Misalnya, jajan kecil seperti gorengan atau minuman dingin yang dilakukan setiap hari bisa membuat dompet terkuras. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Evaluasi Pengeluaran Rumah Tangga

Selanjutnya, evaluasi pengeluaran rumah tangga sangat penting. Mike menyarankan agar semua pos pengeluaran dievaluasi, termasuk pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihentikan. Misalnya, pengeluaran untuk jajan bisa dihentikan, sementara kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, dan lauk pauk tetap harus dipenuhi.

Ia juga menekankan pentingnya mencatat pengeluaran dan membuat rencana belanja. Dengan catatan dan rencana yang jelas, anggaran keuangan akan lebih terarah dan tidak boros. Selain itu, rencana belanja bulanan dapat membantu mengatur pengeluaran sesuai prioritas.

Kelola Utang, Dana Darurat, dan Investasi

Mike menekankan perlunya mengelola utang, dana darurat, dan investasi. Ia menyarankan setiap keluarga memiliki tabungan minimal 10 persen dari penghasilan sebagai dana darurat. Dana ini sangat penting untuk menghadapi keadaan mendadak, seperti kebutuhan kesehatan atau keperluan mendesak lainnya.

Jika keluarga memiliki tujuan keuangan tambahan, seperti dana pendidikan anak atau pensiun, persentase tabungan bisa ditingkatkan hingga 20-30 persen. Namun, jika tidak mungkin, Mike menyarankan untuk menabung secara bertahap, misalnya Rp20.000 seminggu sekali atau bahkan Rp10.000 per hari.

Selain itu, cicilan utang harus dikelola dengan hati-hati. Mike menyarankan jumlah cicilan utang tidak melebihi sepertiga dari penghasilan. Jika utang terlalu besar, keluarga bisa mengalami kesulitan finansial. Selain itu, ia menyarankan setiap keluarga memiliki asuransi BPJS untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat.

Kerja Sama Seluruh Anggota Keluarga

Terakhir, keberhasilan mengelola keuangan rumah tangga tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi butuh kerja sama seluruh anggota keluarga. Mike menjelaskan bahwa jika salah satu anggota keluarga tidak disiplin, seperti sering membeli jajan atau melakukan aktivitas yang tidak terencana, maka kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan akan terganggu.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebiasaan hemat dan saling mendukung dalam pengelolaan keuangan. Dengan kerja sama yang baik, keluarga akan lebih mudah menghadapi tantangan ekonomi yang ada.

Posting Komentar