Sejarah Gerbang Brandenburg: Simbol Perdamaian dan Persatuan Jerman

Sejarah dan Fakta Menarik tentang Gerbang Brandenburg di Berlin
Gerbang Brandenburg adalah salah satu ikon paling terkenal di Jerman. Berdiri di tengah Kota Berlin, tepatnya di Pariser Platz yang menghubungkan jalan Unter den Linden dan Ebertstraße, gerbang ini tidak hanya menjadi simbol keindahan arsitektur klasik, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang sangat dalam. Letaknya yang strategis, dekat dengan Reichstag dan Taman Tiergarten, membuatnya menjadi pusat perhatian bagi banyak orang.
Sejarah pembangunan Gerbang Brandenburg berawal dari inisiatif Raja Frederick William II dari Kerajaan Prusia pada tahun 1788. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah gerbang yang menjadi pintu masuk utama menuju Kota Berlin. Arsitek yang menangani proyek ini adalah Carl Gotthard Langhans. Ia terinspirasi oleh Propylaea, sebuah gerbang kuno dari Yunani yang menjadi akses menuju Akropolis. Dengan demikian, Gerbang Brandenburg memiliki gaya arsitektur klasik yang kental dengan nuansa Yunani Kuno.
Pada dua tahun setelah selesai dibangun, yaitu pada tahun 1793, ditambahkan patung ikonik bernama Quadriga. Patung ini menggambarkan kereta perang dua roda milik Dewi Kemenangan dalam mitos Romawi, Victoria, yang ditarik oleh empat ekor kuda. Quadriga dirancang oleh pematung Johann Gottfried Schadow. Namun, patung ini tidak selalu berada di tempat asalnya. Pada masa Perang Napoleon, patung ini diambil oleh pasukan Prancis sebagai trofi kemenangan. Setelah Napoleon dikalahkan, patung kembali dipasang kembali di posisi semula.
Proses pembangunan Gerbang Brandenburg sendiri berlangsung cukup singkat. Dimulai pada tahun 1788 dan selesai pada 1791. Gerbang ini terdiri dari dua baris pilar dengan enam buah tiang masing-masing, menghasilkan lima pintu masuk yang memiliki makna tersendiri. Pintu tengah awalnya hanya dapat dimasuki orang-orang berstatus tinggi atau kerajaan. Di samping gerbang juga dibangun dua bangunan, Haus Libermann di sisi kiri dan Haus Sommer di sisi kanan. Kedua bangunan ini hancur saat Perang Dunia II, namun kini telah dibangun ulang dengan desain yang mirip.
Selama Perang Dunia II, Gerbang Brandenburg dan patung Quadriga sering terkena serangan udara Sekutu. Pada akhirnya, patung asli hilang sepenuhnya dan dilelehkan. Namun, rekonstruksi dilakukan dengan replika patung yang tidak lagi menyertakan simbol-simbol Nazi maupun Prusia. Setelah unifikasi Jerman, Gerbang Brandenburg dibuka untuk umum pada 22 Desember 1989. Meski begitu, replika patung kembali mengalami kerusakan ringan dan harus diperbaiki selama dua tahun.
Nilai sejarah Gerbang Brandenburg sangat mendalam. Selama abad ke-18 hingga 20, gerbang ini menjadi saksi bisu dari berbagai periode penting dalam sejarah Jerman, termasuk masa Kerajaan Prusia, Republik Weimar, era Nazi, kependudukan Sekutu, hingga unifikasi Jerman. Saat ini, Gerbang Brandenburg tidak hanya menjadi simbol persatuan dan perdamaian, tetapi juga menjadi salah satu landmark terkenal di Berlin.
Setiap tahun, sekitar 12 juta orang berkunjung ke Gerbang Brandenburg, menjadikannya sebagai destinasi wisata favorit. Dengan keindahan arsitektur klasik dan makna sejarah yang dalam, gerbang ini menjadi daya tarik luar biasa bagi para pengunjung. Jika kamu berkesempatan berkunjung ke Jerman, pastikan untuk mengunjungi Gerbang Brandenburg dan merasakan langsung keajaibannya.
Posting Komentar