Inhaler Thailand Terkontaminasi, Bahaya Apa yang Mengancam?

Daftar Isi
Inhaler Thailand Terkontaminasi, Bahaya Apa yang Mengancam?

Penarikan Produk Inhaler Herbal Populer Thailand

Salah satu inhaler herbal yang populer di Thailand, Hong Thai Herbal Formula 2, ditarik dari pasaran setelah gagal memenuhi uji kualitas kesehatan. Menurut Otoritas Pangan dan Obat Thailand (FDA), produk tersebut terkontaminasi mikroba, termasuk bakteri Clostridium perfringens, serta memiliki jumlah jamur (mold) dan ragi (yeast) yang melebihi batas aman. Kontaminasi semacam ini dapat memicu infeksi pernapasan atau iritasi, terutama pada pengguna dengan daya tahan tubuh lemah.

Batch yang terdampak memiliki nomor produksi 000332, dibuat pada 9 Desember 2024 dan kedaluwarsa 8 Desember 2027, dengan total 200 ribu unit. Pihak perusahaan menyatakan telah menarik seluruh produk dari pasaran dan akan memusnahkannya sesuai prosedur. Mereka juga berjanji memperketat proses produksi dan menambahkan tahap sterilisasi ultraviolet (UV) untuk menjamin keamanan produk ke depan.

Risiko Kesehatan Menghirup Inhaler yang Terkontaminasi

Sebenarnya tidak ada bukti bahwa menghirup spora atau sel Clostridium perfringens merupakan jalur infeksi yang umum. Risiko utama berasal dari mengonsumsi makanan yang terkontaminasi (yang dapat menyebabkan keracunan makanan) atau kontaminasi pada luka (yang dapat menyebabkan gas gangrene). Inhalasi tidak dianggap sebagai jalur penularan yang lazim.

Ada laporan kasus bahwa C. perfringens dapat menyebabkan infeksi pleuropulmoner (pada paru-paru atau rongga pleura), meskipun kasusnya sangat jarang. Dan, infeksi ini biasanya terjadi akibat aspirasi (masuknya cairan atau benda asing ke saluran napas) atau kontaminasi iatrogenik (infeksi yang muncul akibat prosedur medis).

Kasus infeksi saluran pernapasan yang pernah dilaporkan sangat jarang, biasanya terjadi pada pasien dengan kondisi tubuh yang lemah, atau berkaitan dengan aspirasi, trauma, maupun kontaminasi pada rongga pleura, bukan sekadar akibat menghirup udara yang terkontaminasi.

Selain itu, tidak ada data kuat yang menunjukkan bahwa menghirup spora (kondisi "istirahat" atau dorman) atau bentuk vegetatif (C. perfringens) secara rutin (melalui aerosol atau inhaler) dapat menimbulkan penyakit pada populasi sehat. Namun, tetap bijaksana untuk menganggap kontaminasi inhaler oleh spora atau bentuk vegetatif C. perfringens sebagai potensi bahaya, terutama bagi orang dengan sistem imun lemah, penyakit paru, atau kerentanan kesehatan lainnya.

Bagaimana dengan Risiko Menghirup Jamur?

Ada bukti yang menunjukkan bahwa inhaler terkontaminasi jamur (mold) bisa menimbulkan risiko kesehatan, meskipun kasusnya relatif jarang. Sebuah laporan kasus menyebut sebuah inhaler jenis dry powder inhaler (DPI) pada seorang anak usia 9 tahun yang memiliki asma ditemukan adanya pertumbuhan jamur (Candida parapsilosis dan Cladosporium spp.) di bagian dalam alat setelah pemakaian rutin selama 12 minggu.

Sebuah artikel tinjauan menyebut bahwa paparan jamur lewat udara (inhalasi spora/jamur) dapat menyebabkan iritasi saluran napas, memperparah asma, atau kondisi paru lainnya. Meski ada bukti bahwa inhaler bisa terkontaminasi jamur, tetapi belum banyak penelitian yang menunjukkan frekuensi atau efektivitas kontaminasi tersebut dalam menyebabkan infeksi serius melalui inhaler secara spesifik.

Risiko paling nyata terkait inhalasi jamur adalah iritasi saluran napas, alergi, memperburuk asma, terutama pada orang yang sudah punya penyakit paru atau sistem imun lemah. Karena inhaler langsung mengarah ke saluran napas, jika tercemar, potensi risiko jadi lebih nyata dibanding hanya paparan jamur lewat udara umum.

Namun, apakah semua jenis jamur atau semua inhaler bisa menyebabkan infeksi serius masih belum terbukti secara luas. Jadi walaupun ada risiko, tetapi skala risiko belum sepenuhnya diketahui. Bijaknya adalah tetap aware dengan potensi risikonya, terutama bagi orang dengan sistem imun lemah, penyakit paru, atau kerentanan kesehatan lainnya.

Posting Komentar