25 Pantun Singgung, Membakar Perasaan

Jenis-Jenis Pantun Sindiran Singkat yang Bisa Membuat Lawan Bicara Kena Mental
Pantun sindiran singkat sering kali menjadi pilihan terbaik bagi seseorang yang ingin menyampaikan rasa tidak suka tanpa harus berkata kasar atau mengucapkan sindiran yang terlalu tajam. Dengan menggunakan pantun, kamu bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih halus namun tetap efektif. Berikut ini beberapa jenis pantun sindiran singkat yang bisa kamu gunakan dalam berbagai situasi.
Pantun Sindiran Singkat tentang Utang
Jika kamu pernah merasa kesal karena seseorang terus-terusan meminjam uang tanpa ada itikad baik untuk membayarnya, pantun sindiran tentang utang bisa menjadi solusi yang tepat. Berikut contohnya:
-
Pergi sekolah naik sepeda
Ketika pulang langsung ke rumah
Pinjam uang setengah memaksa
Bayar utangnya sangat susah -
Lepaskan ternak dari kandang
Membabat rumput dengan celurit
Sering kali pinjam uang
Giliran dipinjam sangat pelit -
Aku punya sebidang taman
Untuk bersantai di waktu petang
Aku punya seorang teman
Kalau datang meminta utang -
Pergi ke Semarang
Mencabut cabut gigi
Ditagih utang
Malah pergi -
Di pagar bunga melilit
Tumbuh subur jadi serumpun
Kalau ditanya soal duit
Pelitnya minta ampun
Pantun Sindiran Singkat untuk Saudara
Saudara bisa menjadi sumber ketidaknyamanan jika memiliki sikap yang kurang menyenangkan. Berikut adalah pantun sindiran singkat yang cocok untuk menyindir saudara:
-
Minum es serut dingin-dingin
Makin enak pakai markisa
Punya adik susah dibilangin
Kalau sudah kejebur baru terasa -
Malam hari penuh bintang
Badan menggigil kedinginan
Kakak kentut gak bilang-bilang
Baunya jadi gak karuan -
Pergi ke pasar liat kucing
Bulu kucingnya warna item
Gak ketemu bikin pusing
Tiap ketemu malah berantem -
Kakakku yang hobinya ngomel dan protes
Tapi dibalik itu, dia perhatian banget
Selalu ingatkan kita, jadi lebih baik
Walaupun cara penyampaian kadang-kadang keras! -
Ambil duren pake kresek
Kreseknya bolong jadi dibuang
Liat adek berbuat resek
rasanya ingin ku tendang
Pantun Sindiran Singkat untuk Teman
Terkadang, teman bisa menjadi sumber masalah jika hubungan tidak sejalan lagi. Berikut pantun sindiran singkat yang cocok untuk teman:
-
Atap masjid berbentuk kubah
Kubahnya berwarna biru
Jika dinasehati tak juga berubah
Lebih baik cari sahabat baru -
Pohon mangga disamping beringin
Rumah sejuk segar dirasa
Punya teman susah dibilangin
Kalau sudah gagal baru terasa -
Pembunuhan banyak korban
Hantunya datang menemui pelakunya
Dia mengaku sebagai teman
Tapi berkhianat juga akhirnya -
Naik sepeda ke taman
Ketemu monyet pake kemeja
Awalnya sih kita teman
Sekarang cuma kenal aja -
Ke pasar beli kue cucur
Dimeja malah dimakan semut
Kusangka teman yang jujur
Rupanya musuh dalam selimut
Pantun Sindiran Singkat tentang Jomblo
Pantun sindiran singkat juga bisa digunakan untuk menyindir para jomblo dengan cara yang lucu dan mengundang tawa:
-
Makan soto di Surabaya
Sudah jomblo malah banyak gaya -
Makan semangka sambil naik odong-odong
Kalau kamu suka, nyatain dong -
Batu bata punya tetangga
Kamu cinta akunya engga -
Dulu delman sekarang dokar
Dulu teman sekarang pacar -
Ada setan nakutin preman
Ada mantan pengin balikan
Pantun Sindiran Singkat Bikin Ngakak
Jika kamu ingin membuat lawan bicaramu tertawa dan sedikit kesal, berikut pantun sindiran singkat yang bisa bikin ngakak:
-
Main kresek sambil nonton ultramen
Mukamu resek kayak kucing oren -
Saringan pelet kena rambut
Kamu lelet kayak siput -
Makan sop buntut ikannya paru
Sudah kentut, tak mau ngaku -
Good morning selamat pagi
Gigimu kuning bau terasi -
Lontong balap makannya di pinggir
Saking terlelap ilernya mengalir
Ciri Khas Struktur Pantun Sindiran
Seperti pantun pada umumnya, pantun sindiran biasanya terdiri dari empat baris dengan pola sajak a-b-a-b. Baris pertama dan kedua biasanya merupakan sampiran, sementara baris ketiga dan keempat berisi isi yang menyindir. Pantun ini bisa bersifat halus atau jenaka, meski maknanya menohok. Tidak semua pantun sindiran bersifat kasar atau ofensif, tergantung pada cara penyampaiannya.
Posting Komentar