10 Jawaban TKA Antropologi Kelas 12 2025: Dampak Globalisasi pada Informasi, Teknologi, dan Budaya

Persiapan Menghadapi TKA Antropologi Kelas 12 Tahun 2025
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Antropologi menjadi salah satu mata pelajaran pilihan yang bisa diambil oleh siswa kelas XII SMA/SMK dalam pelaksanaan TKA tahun 2025. TKA bertujuan untuk mengukur capaian akademik peserta didik berdasarkan mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Meskipun hasil TKA tidak memengaruhi kelulusan siswa, namun memiliki peran penting dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung pada 3–6 November 2025, mencakup tiga mata pelajaran wajib (Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) serta dua mata pelajaran pilihan sesuai peminatan atau jurusan siswa. Salah satu mata pelajaran pilihan tersebut adalah Antropologi, yang dirancang untuk mengukur pemahaman mendalam siswa terhadap keragaman budaya, struktur sosial, serta dinamika kehidupan manusia dalam masyarakat.
Berikut ini adalah contoh soal dan kunci jawaban TKA Antropologi kelas 12 2025 yang dapat digunakan sebagai bahan latihan:
Soal 1
Seorang murid melakukan observasi terhadap komunitas adat yang masih melakukan ritual panen secara turun-temurun. Komunitas tersebut juga menolak teknologi pertanian modern karena dianggap mengganggu keseimbangan alam dan leluhur.
Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang dapat diterapkan oleh murid tersebut?
- A. Menghargai sistem kepercayaan komunitas sebagai bagian dari pandangan dunia mereka
- B. Menilai bahwa komunitas tersebut bersifat tradisional karena tidak mengikuti kemajuan zaman.
- C. Menggunakan pendekatan holistik untuk memahami hubungan antara ritual dan sistem kepercayaan mereka.
Jawaban: A (Tepat), B (Tidak Tepat), C (Tepat)
Soal 2
Buku etnografi dengan judul Tempat Terbaik di Dunia mengisahkan kehidupan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta, sebuah komunitas marginal yang kerap luput dari perhatian publik. Penulis buku tersebut, Roanne van Voorst, seorang antropolog asal Belanda, tinggal bersama komunitas ini selama beberapa waktu sebagai bagian dari penelitian lapangannya.
Melalui pendekatan partisipatif dan observasi mendalam, Roanne merekam dinamika sosial, cara bertahan hidup, nilai kekeluargaan, solidaritas, serta harapan-harapan yang tumbuh di tengah kemiskinan ekstrem. Meski hidup dalam keterbatasan dan ancaman penggusuran, para penghuni kolong jembatan tidak memandang tempat tinggal mereka sebagai "neraka", melainkan sebagai tempat terbaik di dunia, karena di sanalah mereka menemukan komunitas, identitas, dan makna hidup.
Penelitian sebagaimana dijelaskan di atas merupakan jenis penelitian etnografis. Manakah dari pernyataan berikut yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penelitian tersebut?
- A. Membaur dengan masyarakat dan mengikuti kegiatan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta.
- B. Menggunakan pendekatan observasi partisipatif untuk memahami praktik budaya secara langsung dari komunitas marjinal di Jakarta tersebut.
- C. Melakukan wawancara dengan aparat desa saja agar tidak mengganggu praktik sosial warga.
- D. Mencatat secara rinci dengan observasi mendalam makna simbolik dari praktik dinamika sosial, cara bertahan hidup, dan nilai kekeluargaan.
- E. Menghindari keterlibatan langsung karena peneliti harus menjaga jarak objektif dengan cara ke perpustakaan.
Jawaban: A, B, D
Soal 3
Masyarakat multikultural terdiri atas beragam suku, ras, agama, dan budaya, seperti masyarakat Indonesia yang dikenal kaya akan keberagaman.
Manakah contoh penerapan keberagaman masyarakat multikultural yang tepat dalam kehidupan sehari-hari?
- A. Tokoh masyarakat menjalankan tradisi lokal sesuai dengan budaya daerahnya.
- B. Masyarakat adat mengadakan upacara adat sesuai dengan kebiasaan nenek moyang.
- C. Masyarakat mengenakan pakaian batik dalam peringatan Hari Batik Nasional.
- D. Warga melakukan kegiatan jual beli di pasar tradisional setiap hari.
- E. Umat dari agama lain ikut membantu saat perayaan hari besar keagamaan suatu agama.
Jawaban: E
Soal 4
Di sebuah desa adat di Bali, masyarakat secara turun-temurun menjalankan tradisi Subak, yaitu sistem irigasi berbasis komunitas yang mengatur pembagian air untuk sawah secara adil. Sistem ini juga mengandung nilai spiritual karena melibatkan upacara dan koordinasi antar kelompok petani.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tantangan: lahan pertanian banyak dijual untuk pembangunan vila, anak muda tidak lagi tertarik bertani, dan sistem teknologi irigasi modern perlahan menggantikan peran tradisional Subak.
Berdasarkan cerita tersebut, tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut yang menggambarkan fungsi kearifan lokal dalam masyarakat!
- A. Alih fungsi lahan dan pembangunan vila menunjukkan tantangan kearifan lokal sebagai dampak pariwisata
- B. Resistensi anak muda terhadap sistem Subak merupakan bentuk pelestarian budaya sebagai bagian kearifan lokal
- C. Penggantian sistem Subak dengan irigasi modern dapat mengikis nilai-nilai kolektivitas dalam masyarakat.
Jawaban: A (Sesuai), B (Tidak Sesuai), C (Sesuai)
Soal 5
Di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, masyarakat masih mempertahankan bentuk rumah adat Mbaru Niang dan sistem gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi arus pariwisata dan modernisasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan antropolog untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sambil mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah yang merupakan bentuk penerapan Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya sebagai Antropologi Terapan?
- A. Mengkaji struktur sosial dan sistem gotong royong masyarakat Wae Rebo untuk merancang kebijakan pembangunan yang sesuai.
- B. Meneliti makna simbolik rumah adat Mbaru Niang dan menjadikannya dasar pengembangan ekowisata berbasis budaya.
- C. Mengganti tradisi lokal dengan budaya global agar masyarakat dapat lebih cepat beradaptasi dengan pariwisata modern.
- D. Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana mempertahankan identitas budaya di tengah arus wisatawan.
- E. Menstandarkan budaya lokal agar seragam dan mudah dipromosikan secara nasional
Jawaban: A, B, D
Soal 6
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan etnografi sebagai metode penelitian dalam antropologi?
- A. Etnografi adalah metode eksperimen yang menguji perilaku manusia secara kuantitatif di laboratorium.
- B. Etnografi adalah metode yang digunakan untuk menganalisis dokumen sejarah secara statistik
- C. Etnografi adalah metode yang melibatkan peneliti secara langsung dalam kehidupan masyarakat untuk memahami budaya mereka secara mendalam.
- D. Etnografi adalah metode pengumpulan data yang hanya dilakukan melalui kuesioner dan survei daring.
- E. Etnografi adalah pendekatan untuk membandingkan data genetik dalam kajian antropologi ragawi.
Jawaban: C
Soal 7
Globalisasi membawa arus informasi, teknologi, dan budaya yang melintasi batas-batas geografis dan budaya dengan sangat cepat. Dalam masyarakat multikultural, globalisasi berdampak pada pergeseran nilai, perubahan pola konsumsi budaya, serta gaya hidup global yang terkadang mengaburkan identitas budaya lokal. Di satu sisi, globalisasi mendorong toleransi, kolaborasi, dan keterbukaan antarbudaya. Namun di sisi lain, ia juga dapat memicu homogenisasi budaya, konflik identitas, dan ketimpangan akses sumberdaya global.
Manakah pernyataan yang mendeskripsikan dampak globalisasi pada ilustrasi tersebut?
- A. Keberagaman dalam masyarakat global dapat terhubung tanpa batas wilayah sehingga membentuk keterhubungan
- B. Masyarakat multikultural sulit untuk disatukan karena perbedaan warna dan karakteristik yang terlalu banyak
- C. Masyarakat multikultural dapat hidup rukun jika ada kesediaan untuk bersatu dan saling menghargai.
Jawaban: A (Tepat), B (Tidak Tepat), C (Tepat)
Soal 8
Dalam sepuluh tahun terakhir, sebuah desa di daerah terpencil mulai terhubung dengan dunia luar melalui internet dan pembangunan jalan baru. Anak-anak mulai mengenal teknologi digital, orang tua mulai mendorong pendidikan anak hingga ke kota, dan masyarakat perlahan meninggalkan kebiasaan adat yang dianggap menghambat kemajuan. Di sisi lain, anak muda mulai jarang berbicara dalam bahasa daerah, dan beberapa tradisi mulai ditinggalkan karena dianggap tidak relevan.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah yang merupakan dampak positif dari perubahan sosial budaya bagi masyarakat?
- A. Meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya populer dari luar negeri.
- B. Masyarakat mulai terbuka terhadap pentingnya pendidikan formal.
- C. Meningkatnya akses terhadap teknologi komunikasi dan informasi.
- D. Anak-anak menjadi lebih akrab dengan budaya digital dan gaya hidup global.
- E. Adanya pergeseran nilai ke arah pemikiran yang lebih rasional dan modern.
Jawaban: B, C, E
Soal 9
Antropologi terapan merupakan cabang antropologi yang menerapkan teori, konsep, dan metode antropologi untuk memecahkan persoalan praktis dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks sosial budaya, pendekatan antropologi terapan digunakan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, pengembangan masyarakat, dan mitigasi konflik.
Manakah pernyataan yang mencerminkan penerapan antropologi sosial budaya dalam sistem sosial masyarakat?
- A. Seorang tenaga kesehatan mempelajari kepercayaan masyarakat tentang penyakit sebelum menyusun program penyuluhan.
- B. Tim pengembangan desa mengidentifikasi struktur sosial dan adat lokal sebelum merancang program pembangunan masyarakat.
- C. Peneliti menilai efektivitas program sosial hanya berdasarkan indikator ekonomi tanpa memperhatikan nilai budaya
Jawaban: A (Sesuai), B (Sesuai), C (Tidak Sesuai)
Soal 10
Masyarakat kini mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan budaya lokal. Mereka membuat konten video tentang upacara adat, membagikan resep masakan tradisional melalui media sosial, serta mengadakan pelatihan daring untuk melestarikan keterampilan seperti membatik atau membuat kerajinan tangan.
Namun, sebagian ahli antropologi mempertanyakan apakah praktik semacam itu masih mencerminkan bentuk kearifan lokal. Mengapa para ahli berpendapat seperti itu?
- A. Kearifan lokal seharusnya hanya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
- B. Penggunaan media digital dianggap mengurangi nilai tradisi budaya secara otomatis.
- C. Kearifan lokal biasanya berkembang dari praktik dan nilai dalam masyarakat dalam waktu lama.
- D. Budaya digital berasal dari luar dan tidak memiliki unsur budaya sama sekali.
- E. Kearifan lokal hanya berlaku jika dilakukan secara langsung tanpa media teknologi.
Jawaban: C
Posting Komentar