12 Penyebab Hidung Berair, Apakah Wajar?

Daftar Isi
Featured Image

Penyebab Hidung Meler yang Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Hidung meler atau rhinorrhea adalah kondisi yang umum terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pilek hingga alergi. Warna dan tekstur ingus yang keluar pun bisa bervariasi, mulai dari bening dan cair hingga kental dan berwarna kuning atau hijau. Namun, kadang hidung meler juga bisa terjadi tanpa disadari karena berbagai penyebab lain.

Berikut beberapa penyebab umum mengenai hidung meler yang perlu diketahui:

1. Pilek

Pilek adalah salah satu penyebab utama hidung meler. Ada lebih dari 200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek, tetapi yang paling umum adalah rhinovirus. Saat pilek, cairan dalam hidung akan mengalir lebih mudah dari biasanya. Lendir hidung biasanya awalnya encer dan jernih, lalu berubah menjadi putih, kuning, atau hijau setelah beberapa hari. Untuk merawatnya, kamu bisa mencoba membilas hidung dengan air atau menggunakan dekongestan untuk meringankan rasa tersumbat.

2. Alergi

Alergi bisa memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk hidung. Rinitis alergi adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang biasanya tidak berbahaya, seperti serbuk sari atau bulu hewan. Hal ini menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan peningkatan produksi lendir. Ingus yang disebabkan oleh alergi biasanya encer dan bening, dan gejala lainnya meliputi bersin, gatal, serta mata merah.

3. Infeksi Virus

Infeksi virus dapat menyerang jaringan hidung dan tenggorokan. Hidung bereaksi dengan menghasilkan lebih banyak lendir untuk menjebak dan membersihkan partikel virus. Gejala umum dari infeksi virus pernapasan meliputi hidung berair, batuk, demam, dan kelelahan. Pilek akibat flu biasanya berlangsung antara 10 hingga 14 hari.

4. Rinitis Nonalergi

Rinitis nonalergi adalah istilah untuk kondisi rinitis yang tidak disebabkan oleh alergi. Penyebabnya bisa beragam, seperti cuaca dingin, olahraga, efek samping obat, atau polusi. Jika kamu mengalami gejala mirip alergi tetapi hasil tes alergi negatif, kemungkinan besar kamu mengalami rinitis nonalergi.

5. Rinitis Kehamilan

Perempuan yang sedang hamil bisa mengalami rinitis kehamilan tanpa riwayat infeksi atau alergi sebelumnya. Perubahan hormon seperti estrogen dan progesteron bisa menyebabkan peningkatan aliran darah di hidung, sehingga menyebabkan peradangan dan kelebihan lendir. Gejala biasanya hilang setelah persalinan.

6. Makanan Pedas

Makanan pedas bisa membuat hidung berair jika kamu memiliki rinitis gustatory, suatu bentuk rinitis nonalergi. Zat-zat seperti cabai atau bawang putih bisa memicu respons saraf trigeminal, yang menyebabkan hidung meler. Pengobatan bisa dilakukan dengan hindari makanan tertentu atau penggunaan obat-obatan.

7. Obat

Beberapa obat bisa menyebabkan hidung meler sebagai efek samping. Contohnya obat untuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau kontrasepsi. Jika kamu mengalami hidung meler setelah minum obat, segera konsultasikan dengan dokter.

8. COVID-19

Hidung meler bisa menjadi salah satu gejala dari infeksi virus corona (COVID-19). Gejala lainnya meliputi demam, batuk, dan kelelahan. Jika kamu curiga mengalami gejala tersebut, segera lakukan tes dan vaksinasi sesuai arahan otoritas kesehatan.

9. Menangis

Menangis bisa menyebabkan hidung meler karena air mata mengalir melalui saluran nasolakrimalis ke hidung. Setelah menangis, hidung meler biasanya akan menghilang dengan sendirinya.

10. Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis adalah infeksi sinus yang berlangsung selama 12 minggu atau lebih. Gejalanya meliputi drainase sinus, nyeri wajah, dan hidung tersumbat. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi.

11. Polip Sinus

Polip sinus adalah pertumbuhan jaringan lunak di hidung dan sinus. Ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan hidung meler. Gejala lainnya meliputi kehilangan indra penciuman dan sakit kepala.

12. Deviasi Septum

Deviasi septum adalah kondisi di mana tulang dan tulang rawan di antara lubang hidung condong ke satu sisi. Kondisi ini bisa menyebabkan hidung meler dan kesulitan bernapas. Jika gejalanya parah, operasi mungkin diperlukan.

Kapan Harus Waspada?

Jika hidung meler berlangsung lebih dari 10 hari atau disertai gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter. Tidak semua kondisi hidung meler memerlukan pengobatan, tetapi penting untuk mengetahui penyebabnya agar bisa ditangani secara tepat.

Pertanyaan Umum

Apakah alergi bisa menyebabkan hidung meler?
Ya, rinitis alergi adalah penyebab umum hidung meler. Biasanya disertai gejala seperti bersin dan gatal.

Mengapa hidung meler terjadi saat cuaca dingin?
Udara dingin menyebabkan pembuluh darah di hidung melebar, meningkatkan produksi lendir.

Apakah hidung meler menular?
Jika disebabkan oleh virus, maka bisa menular. Namun, jika disebabkan oleh alergi, tidak menular.

Posting Komentar