Pernah Bikin Sherly Laos Marah-marah di Rumah Sakit,Begini Kondisi Ria Pengidap Kista
Karir Digital - Beginilah kondisi Ibu Ria, wanita pengidap kista yang membuat Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sempat marah-marah di rumah sakit.
Pada akhir Juni 2025 lalu, Sherly Laos sempat mengantarkan Ria untuk periksa ke rumah sakit.
Sherly Laos prihatin lantaran kondisi kista di rahim Ria sudah begitu besar namun tak kunjung mendapat pertolongan medis.
Berkat Sherly Laos, Ria yang berkali-kali ditolak rumah sakit akhirnya mendapat kesempatan untuk operasi.
Pada 17 Juli 2025, Sherly Laos mendatangi Ria di kediamannya di Kampung Makassar, Ternate.
Ria masih dengan perut besarnya menanti hari operasi di Manado.
Sherly Laos sempat menyarankan Ria untuk naik pesawat lantaran kondisi perutnya yang nyeri namun tidak memungkinkan.
Akhirnya Ria akan menempuh jalur darat dan laut untuk ke rumah sakit yang lebih besar di Manado.
Sherly Laos Marah-marah
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, tampak begitu kesal saat mengantarkan seorang ibu bernama Ria ke rumah sakit.
Pasalnya, Sherly Laos menyorot kekurangan dari pelayanan rumah sakit tersebut kepada pasien yang bertempat tinggal di Kampung Makassar, Ternate.
Diketahui, Ria menderita kista cokelat sampai perutnya membesar bak orang yang tengah hamil.
Namun, selama setahun, ibu tersebut sudah beberapa kali ke rumah sakit dan berakhir dipulangkan tanpa pengambilan tindakan yang berarti.
Tidak heran Sherly Laos tampak geram saat menasihati pihak rumah sakit terkait.
Momen ini dibagikan Sherly Laos dalam unggahan Instagram @s_tjo pada Jumat, 20 Juni 2025.
Dalam unggahan itu, tampak sang gubernur bersama Dinas Sosial mendatangi rumah seorang ibu yang terbaring dengan perut buncit.
Kedatangan Sherly Laos berdasarkan laporan dari seorang warga di Instagram.
Pada hari itu, yakni Rabu, 18 Juni 2025, Sherly Laos langsung mengantarkan ibu tersebut dengan mobil ambulans.
Ria menceritakan bahwa dirinya sudah berkali-kali mencoba berobat ke rumah sakit namun pelayanan sangat tidak memuaskan.
Ibu tersebut juga disarankan untuk datang ke rumah sakit di Makassar atau Manado.
Sesampainya di rumah sakit, terdengar Sherly Laos mengungkapkan kekesalannya kepada para pegawai rumah sakit.
"Ini contoh ya, kalian semua dengar ya, yang punya tugas di rumah sakit ini, ini nyawa manusia lho."
"Coba bayangkan, coba bayangkan, coba bayangkan di pikiran kalian semua kalau ibu ini adalah ibu kalian."
"Coba SOP di IGD diperbaiki, enggak bisa pasien mau datang ke IGD suruh pulang kayak gitu, apalagi punya BPJS aktif saat itu," keluhnya.
Di saat Sherly Laos berpamitan, tampak Ria menangis, berterima kasih atas pertolongan sang gubernur.
Solusi Kepemilikan Tanah
Berikut ini adalah empat solusi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, terkait reforma agraria.
Sherly Laos mencanangkan GTRA atau Gugus Tugas Reforma Agraria untuk menyelesaikan konflik pertanahan.
Sang gubernur ingin membela hak-hak masyarakat sebagai pemilik tanah agar diperlakukan adil.
Hal ini didasarkan oleh konflik antara masyarakat adat atau pemukiman dengan pemilik izin tambang masih terus terjadi di Indonesia.
Tidak terkecuali di wilayah Maluku Utara.
Itulah mengapa Sherly Laos menyebut bahwa reforma agraria diperlukan.
Reforma agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan akses untuk kemakmuran rakyat
Tujuan dari reforma agraria adalah mengurangi ketimpangan penguasaan tanah, menciptakan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam unggahan Instagram terbarunya, Sherly Laos menjelaskan setidaknya empat alasan mengapa perlu dilakukan reforma agraria di Maluku Utara.
"Apa Itu Reforma Agraria? Kenapa Penting?
Reforma Agraria itu…
Bukan sekadar bagi-bagi tanah,
tapi upaya negara buat menata ulang siapa yang punya, siapa yang kelola, dan untuk apa tanah itu digunakan.
Tujuannya:
- mengurangi ketimpangan,
- selesaikan konflik agraria,
- bantu rakyat punya akses usaha & sejahtera di atas tanahnya sendiri.
Dasar hukumnya?
- Perpres No. 62 Tahun 2024
- UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria
Kenapa Reforma Agraria Penting di Maluku Utara?
Karena banyak masalah lama yang belum selesai:
- Banyak tanah masyarakat adat belum diakui secara hukum.
- Izin tambang & perusahaan swasta sering tumpang tindih dengan lahan ulayat.
- Masyarakat sudah punya tanah, tapi belum dapat akses usaha, modal, atau pendampingan.
- Data pertanahan belum sinkron antarinstansi.
Solusi yang Harus Didorong Lewat GTRA:
1. Tanah Adat Harus Diakui!
→ Jika punya legal standing yang jelas, bisa masuk ke dalam RTRW provinsi/kabupaten, jadi terlindungi secara hukum dan cegah konflik di masa depan.
2. Selesaikan Konflik Agraria Secara Komprehensif.
→ GTRA harus jadi forum mediasi aktif, melibatkan masyarakat, tokoh adat, pemerintah, dan perusahaan → bukan cuma tuntas di atas kertas.
3. Akses Setelah Tanah Diberikan.
→ Masyarakat harus dapat: modal, pelatihan, akses pasar, dan bantuan usaha. Jangan sampai tanahnya ada, tapi usahanya mandek.
4. Satu Peta, Satu Data.
→ Satukan data BPN, Pemda, Kehutanan, dan OPD lainnya. Bangun dashboard digital Reforma Agraria yang bisa diakses publik & update real-time.
Tanah bukan cuma soal hak milik.
Itu soal identitas, sumber penghidupan, dan masa depan komunitas.
GTRA harus jadi ruang kolaborasi: untuk melindungi yang lemah, menyatukan data, dan menyelesaikan konflik sampai ke akar." tulis sang gubernur.
Sherly Laos Rapat Bareng KKP
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sempat rapat bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam rapat itu turut bergabung juga para gubernur serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Rapat tersebut digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 15 Juli 2025.
Sherly Laos tidak hanya memiliki misi soal teknis kelautan, namun juga memperjuangkan nasib para nelayan.
Karena itulah Sherly Laos sangat ingin meningkatkan nilai ekonomi dari laut Maluku Utara.
Hal ini diungkapkan Sherly Laos dalam unggahan Instagram terbarunya.
"Hari ini, di KKP Kami para Gubernur bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Sakti Wahyu Trenggono serta jajarannya duduk bersama untuk satu tujuan besar:
Menata ruang laut Indonesia agar jadi tulang punggung ekonomi biru.
Maluku Utara hadir dengan semangat yang sama—bagaimana tata kelola laut bukan hanya soal izin dan peta, tapi soal masa depan nelayan, keberlanjutan ekosistem, dan potensi besar seperti monetisasi karbon dari kawasan konservasi.
Bayangkan: laut yang sehat, zona konservasi yang terjaga, tapi sekaligus bisa menghasilkan nilai ekonomi—bukan hanya dari ikan, tapi dari oksigen yang kita sumbang ke dunia." tulis sang gubernur.
Sherly Laos Studi Banding di Bali
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sempat mengunjungi Bali pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Sherly Laos melakukan studi banding di berbagai bidang.
Di antaranya adalah bidang olahraga dan juga administrasi pemerintahan.
Ada tiga hal yang ingin dipelajari Sherly Laos terkait dengan pemerintahan.
Mengingat Bali memiliki tingkat Monitoring Center for Prevention tertinggi.
Sehingga penggunaan anggaran pun lebih transparan dan dampak ke masyarakat lebih terasa.
“Transparansi itu dimulai dari mana? Dari keberanian melihat ke belakang, dan keputusan untuk membenahi ke depan.”
Makanya, proyek-proyek lama di Maluku Utara yang belum selesai, kami pelajari satu satu dan sesuai arahan dari KPK RI sbb
- Diperiksa BPKP - Kalau aman: lanjut pembangunan.
- Kalau ada masalah: kita dorong ke proses hukum.
Ini bukan soal cari kesalahan. Tapi soal berani benahi — demi APBD yang transparan, tepat guna, dan berdampak langsung ke masyarakat.
Dalam pertemuan bersama KPK RI, juga tergambar jelas bahwa penguatan sistem pengadaan dan ASN adalah dua hal penting yang masih perlu kita benahi. Karena MCP (Monitoring Center for Prevention) bukan soal angka, tapi soal refleksi dari sistem yang sehat dan bisa dipercaya publik.
Itulah mengapa kami lanjutkan perjalanan ini dengan studi banding ke Provinsi Bali — saat ini tercatat sebagai provinsi dengan skor MCP tertinggi di Indonesia.
Kami ingin belajar:
- Bagaimana mereka merapikan proses lelang dan pengadaan,
- Bagaimana mereka menata SDM dengan integritas,
- Dan bagaimana semua itu berdampak langsung pada pelayanan publik yang cepat, bersih, dan terasa manfaatnya.
Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPK RI atas komitmennya mendampingi Maluku Utara untuk “naik kelas” — bukan hanya dalam administrasi, tapi juga dalam membangun budaya pemerintahan yang transparan dan berintegritas.
Karena di akhir hari, tugas kita semua adalah memastikan:
Setiap rupiah dari APBD, benar-benar kembali dalam bentuk manfaat yang bisa dirasakan oleh rakyat." tulis Sherly Laos dalam unggahan Instagram terbarunya.
Sherly Laos Salut dengan Malut United
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, salut dengan manajemen Malut United.
Malut United belum memiliki fasilitas latihan yang memadai namun sudah menunjukkan pencapaian yang tidak main-main.
Dipromosikannya Malut United ke Liga 1 juga turut disorot oleh Sherly Laos.
Hal tersebut diungkapkan saat Sherly Laos diundang oleh pemilik Bali United, Pieter Tanuri, ke kamp pelatihannya.
Melihat training centre milik Bali United, Sherly Laos jadi sangat terinspirasi.
"Saya datang bukan untuk membandingkan, tapi membayangkan, bagaimana kalau sebagian dari ini kita bangun di Maluku Utara, kita punya Stadion Gelora Kie Raha, rumah Maluku Utara United, tahun lalu mereka promosi ke Liga 1 dan tahun ini langsung finis peringkat tiga nasional."
"Padahal belum punya training ground sendiri, belum ada pusat recovery, akademinya sempat tertunda karena erupsi gunung, tapi dengan keterbatasan itu semangat tumbuh."
"Tahun ini, Malut United mulai bangun akademi bola untuk anak-anak timur, dan kita Pemprov sedang siapkan masterplan training centre di Sofifi," bebernya.
(Karir Digital/ Ifa Nabila)
Posting Komentar